MENGAPA KITA MAMPU BERIMAN?
1. Untuk tujuan apakah kita berada di bumi ini?
Kita ada di bumi ini untuk mengenal dan mengasihi Allah, untuk melakukan yang baik sesuai kehendak-Nya, dan untuk kembali ke syurga, suatu hari nanti. [1-3,358]
Menjadi manusia berarti berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Asal muasal kita jauh melampaui orang tua kita. Kita berasal dari Allah, yang dari-nya segala kebahagiaan surga dan bumi berasal, dan kita diharapkan tinggal dalam rahmat-Nya yang abadi dan berkat-Nya yang tiada berkesudahan. Untuk sementara ini, kita tinggal di dunia ini. Kadang-kadang kita merasa bahwa Sang Pencipta dekat dengan kita, namun sering kali kita sama sekali tidak merasakan kehadiran-Nya. Supaya kita dapat menemukan jalan kembali kepada-Nya, Allah mengutus Putra-Nya, yang membebaskan kita dari dosa, melepaskan kita dari yang jahat, dan memimpin kita menuju hidup sejati. Dialah Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh14:6) =>285
Menjadi manusia berarti berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Asal muasal kita jauh melampaui orang tua kita. Kita berasal dari Allah, yang dari-nya segala kebahagiaan surga dan bumi berasal, dan kita diharapkan tinggal dalam rahmat-Nya yang abadi dan berkat-Nya yang tiada berkesudahan. Untuk sementara ini, kita tinggal di dunia ini. Kadang-kadang kita merasa bahwa Sang Pencipta dekat dengan kita, namun sering kali kita sama sekali tidak merasakan kehadiran-Nya. Supaya kita dapat menemukan jalan kembali kepada-Nya, Allah mengutus Putra-Nya, yang membebaskan kita dari dosa, melepaskan kita dari yang jahat, dan memimpin kita menuju hidup sejati. Dialah Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh14:6) =>285
2. Mengapa Allah menciptakan kita?
Allah menciptakan kita kerana kehendak bebas dan cintakasih-Nya yang tulus. [1-3]
Saat manusia mencinta, hatinya meluap-luap. Dia akan berbagi kegembiraan kepada yang lain. Ia mendapatkan semangat berbagi ini dari Pencipta. Meskipun Allah adalah misteri, kita tetap bisa memikirkan-Nya dan mengatakan: Dari "kelimpahan" cinta-Nya, Ia menciptakan kita. Ia ingin membagikan kegembiraan-Nya yang tanpa batas kepada kita.
Saat manusia mencinta, hatinya meluap-luap. Dia akan berbagi kegembiraan kepada yang lain. Ia mendapatkan semangat berbagi ini dari Pencipta. Meskipun Allah adalah misteri, kita tetap bisa memikirkan-Nya dan mengatakan: Dari "kelimpahan" cinta-Nya, Ia menciptakan kita. Ia ingin membagikan kegembiraan-Nya yang tanpa batas kepada kita.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan